Sejarah Perusahaan
Bismillahirrohmanirrahim
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Berdirinya PT. Sari Ramada Arafah tidak lepas dari peranan Raden Abdul Majid (Denci), sosok yang energik, penuh optimisme ini ternyata memiliki segudang pengalaman baik selama di tanah air, maupun saat bertugas di KBRI Jeddah Saudi Arabia.
Putra kelahiran Palembang ini berpindah-pindah dari sekolah satu ke bangku sekolah yang lain. SMP diselesaikan disebabkan tokoh satu keluarga, kakil gunung Dempo dan SMA dilahaskan di kota Palembang, dan kemudian dilanjutkan ke APDN, berbekal sarjana muda APDN inilah ia langsung bertugas di kantor Gubernur Sumatera Selatan tahun 1974.
Sejak tahun 1977 ia pindah bekerja pada kedutaan besar Republik Indonesia di Jeddah Saudi Arabia.
Manusia merencanakan, Tuhan menentukan, kata Danci mengistilahkan perjalanan hidupnya. Awalnya ia ingin menjadi pengusaha, tetapi karirnya banyak dipengaruhi sebagai birokrat.
Sejak kembali dari KBRI Jeddah 1986 (1978), disinilah Denci akhirnya memperoleh pengalaman, khususnya mendampingi Jemaah Haji Indonesia. Bagai mimpi di tanah Kudus ini, ia lihat, betapa banyak kesulitan untuk memperoleh pelayanan yang maksimal kepada jemaahnya, sebab sebelum ada ONH khusus (haji mandiri/haji Tanaazul atau Haji Luar Negeri), Denci ditunjuk Dubes RI untuk mengurusnya.
Diantara mereka yang pernah bergabung dengan RAMADA :
- Jend. (Purn) Try sutrisno dan keluarga
- Jend. (Purn) Sudharmono (alm), Mantan Wapres dan keluarga
- Letjend Moetojib, Mantan Kepala BAKIN dan keluarga
- Letjend Syaiful Rizal, Danjen KOPASSUS
- Kombes Drs. Edi Sumantri, MBA dan keluarga (Direktur Sekolah Polisi Jatim)
- Irjend. Tito Karnavian dari MABES POLRI
- Kombes Bambang Hermanu, Kapolres Jakarta Pusat
- Bupati Sumedang, Jabar, H. Don Murdono dan keluarga
- Bupati Batang, Jateng, H. Bambang Bintoro, SE, dan keluarga
- Anwar Nasution, ketua BPK dan keluarga
- Prof. Dr. Ismail Sunny, Mantan Dubes RI untuk Saudi Arabia, salah seorang pakar hukum tata negara, dan keluarga
- Prof. Dr. Ryass Rasyid, Mantan Menteri Otonomi Daerah pada Era Reformasi dan keluarga
- Widya Noerlan, Direktur UNILEVER Surabaya, dan keluarga
- Sunardi Mukhaddas, Presiden Voice PT. BISI dan keluarga
- Keluarga batik DANAR HADI, Surakarta, Jateng
- Hj. Warsiki Purnomowati, SH, Ketua Asosiasi Notariat se-Kars. Kediri dan keluarga besar para notaris se-Kars. Kediri
- Ir. H. Suwardi Sarope, M.Si, Dirut Asuransi BRIngin General / Mantan Pinwil BRI Bandung dan keluarga
- Drs. H. Abdul Syukur (mantan Sekda Kabupaten Batang Jateng)
- dan lain-lain tidak bisa kami sebutkan satu-persatu
Notaris: Rahmania, SH, MKn
Notaris: Jimmy Simanungkalit, SH, MH
Mengutamakan
Kesempurnaan
dan Kenyamanan
Anda dalam
Beribadah"
Sambil menyelam minum air, selama di Saudi Arabia Denci memanfaatkan waktunya untuk membuka warung makan masakan Indonesia yang kini terkenal dengan nama Sumatera Restaurant.
Ditanah suci Denci mempersunting gadis Raden Ayu Suad Arifin yang telah lebih dulu berdomisili di Jeddah, pernikahannya dilangsungkan dibawah Pancoran emas Masjidil Haram. (Pancoran Mas Ka'bah terakhir yang dipasang adalah hadiah Sultan Abdul Majid Khan bin Sultan Mahmud Khan pada tahun 1276 H). Kata Denci mengenang kisah manisnya.
Tahun 1988 Denci mengakhiri tugasnya di KBRI dan berniat sepenuhnya untuk berwiraswasta, sambil memohon kepada Allah SWT, dibawah pintu Baitullah : "Ya Allah, ya Tuhanku berilah aku usaha di Indonesia yang ada hubungannya ke Tanah Haram-Mu, Ya Allah. Dengan modal tersebut pada tahun 1990 Denci kembali ke Tanah Air.
Pada tahun 1992, Denci dan pihak PT. Nurul Iman bekerjasama dengan PT. Sahid Gema Wisata (SGW) membentuk Divisi Umroh dan Haji yang dinamakan Sahid Nurul Iman. Tahun 1999 bekerjasama dengan PT. SGW berakhir dan Denci berkonsentrasikan di PT. Sari Ramada Arafah. Alhamdulillah berkat do'a dan kerja keras di tahun itu pula Denci mendirikan biro perjalanan sendiri dengan nama PT.SARI RAMADA ARAFAH, Nama tersebut diambil dari kependekan nama Istri dan nama kelahiran Denci dan ditunjuk oleh pemerintah cq Departemen Agama sebagai penyelenggara Haji&Umrah dengan SK.D/304 tahun 1999.
Mudah-mudahan Allah SWT selalu melindungi serta memberi petunjuk didalam menjalankan perusahaan tersebut. Dengan niat baik mendampingi tamu-tamu Allah, dengan selalu mengucapkan "Labbâik Allahuma labbaik". Labbaika Laa Syarika laka Labbaik Innal Hamda Wan Ni'mata laka Wal Mulk Laa Syarikalak.